Perkembangan teknologi yang pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi, termasuk di kalangan mahasiswa. Literasi digital kini tidak lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan menjadi kebutuhan utama dalam menunjang proses belajar.
Di berbagai kampus, mahasiswa mulai terbiasa menggunakan platform digital untuk mengakses materi, berdiskusi, hingga mengumpulkan tugas. Namun, tidak sedikit yang masih mengalami kesulitan dalam menyaring informasi yang beredar di internet.
Dosen komunikasi, Rina Prasetya, menyebut bahwa literasi digital harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis. “Mahasiswa perlu memahami mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Ini penting agar tidak mudah terpengaruh hoaks,” ujarnya.
Dengan penguatan literasi digital, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif.
0 Komentar